15 January, 2015

Penantian

Penantian itu satu penyeksaan. 

Kadang-kadang, aku tidak faham. Apa yang kita tidak suka orang lain buat pada kita, itulah yang kita selalu buat pada orang lain. Moga kesabaran aku, sentiasa luas tidak bertepi, bahkan tiada henti.

Jam 3. Aku menanti. Jam 4. Aku terus menanti. Hingga berkumandanglah azan Asar.
Ada titis airmata yang aku tahan.
Aku lalu mengorak langkah menuju ke Masjid UKM. Mengangkat takbir dalam solat berjamaah. Dahiku sujud pada permaidani masjid yang baru.


Bukan gebunya permaidani yang membuatku rasa sayu. Tapi dekatnya terasa hati ini dengan Tuhan, yang membuatku rasa syahdu.
Akhirnya aku sedar,
Saat ramai orang menolak kehadiran kita,
Saat ramai orang kurang menghargai kita,
Saat ramai orang memperlekehkan kita,
Kita masih ada Allah yang tak pernah mengecewakan,
Kita masih ada Allah yang tak membiarkan kita sendirian.
Saat itu juga, aku melafazkan dengan penuh harapan:
"Allahumma A'innii 'alaa zikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik"
[Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah dengan baik kepada-Mu] H.R Abu Daud. Hadithnya dinilai sahih dalam kitab Sahih Abu Daud.


0 Comments:

Post a Comment