21 January, 2010

Ku pejam mata membawa diri
Jauh..jauh, ke tasik Pukaki
Di sana ku lihat tenang airnya
Damai jiwa tiada terkata
Hanya memuji dalam hati
…..Subhanallah…..



Biru air sebiru langit
Awan putih terhias di tasik
Bagai terlukis indah di dada Pukaki
Sedangkan ku tahu ianya lukisan dari Ilahi
Lalu ku puji lagi
…..Subhanallah….





Luas saujana mata memandang
Tiada jemu ku buang pandang
Ingin ku sentuh airnya dengan tangan
Tapi hasrat tak kesampaian
Bagai kain biru luas terbentang
Memang indahnya bukan kepalang
Kusebut lagi

…..Subhanallah…..

Ku lihat lagi sayang ditinggalkan
Ku lihat lagi dengan senyuman
Senyuman bagai salam perpisahan
Pada tasik Pukaki yang kini hanya kenangan

Damainya sungguh mengasyikkan
Sungguh ia nikmat ciptaan Tuhan
Lalu terdetik keinsafan
Pada kalam Allah yang sering berulang
“Fabiayyi alaa i rabikumaa tukazzibaan”
(Maka nikmat tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

-Ku coret kata-kata ini tika rindu berbunga pada Tasik Pukaki, New Zealand-

0 Comments:

Post a Comment