07 April, 2008

“Engkau btul ke tak?dah habis belajar tu sudahlah. Jaga laki pula.kalau engkau tak ada laki lainlah. Engkau pun dah banyak ilmu sudah lah. Belajar masak pula belajar buat kueh. Jaga makan minum laki pula”

Sender:
Hp Mak
+658104****

Itulah respon yang emak berikan apabila saya memberitahunya niat saya setelah menamatkan pengajian Ijazah sarjanamuda saya pada bulan Mei ini. Saya membaca sms itu dengan deraian air mata. Jiwa saya resah saat ini. Antara harapan dan impian. Antara cita-cita dan perasaan! Saya sedang berbelah-bahagi!

“Kalau Inah betul-betul nak pergi. Inah kena belajar betul-betul tau!jgn kecewakan Ajid”

Tiba-tiba pesanan itu terngiang-ngiang di telinga saya. Ya Allah, suami saya memberikan semangat kepada saya. Suami saya benar-benar memberikan keizinannya kepada saya. Dialah yang lebih bersungguh-sungguh dari saya sebenarnya.

“Kalau Inah mati ,Ajid redha”

Kata-kata itu pula yang kedengaran di telinga saya. Ah…..pilunya hati saya. Hati seorang isteri yang saya miliki ini benar-benar tersentuh. Tiada kata yang dapat saya ungkapkan…melainkan doa untuknya beriringan dengan deraian air mata yang kini semakin hari semakin deras!

Sudah terlalu lama saya menahan sedu-sedan ini. Tetapi sejak 4 hari yang lalu, sedu sedan ini tidak segan silu untuk mengalunkan iramanya. Sedang saya usai solat, sedang saya menaip tesis, sedang saya meneliti buku-buku rujukan, sedang saya mengatur jadual harian, sehinggalah saya ingin melelapkan mata untuk melepaskan keletihan… tidak ada lain yang menemani melainkan sedu-sedan. Saya benar-benar menangis! Sehinggakan apabila saya tidak mampu menahan, saya menangis sambil memeluk erat gambar suami saya! Saya dakap gambarnya dengan tangisan yang bukan sebarangan. Lalu saya melantunkan istighfar dan melafazkan takbir dengan esakan penuh kesayuan. Di dalam tangisan itu ada rindu, di dalam tangisan itu ada pilu, di dalam tangisan itu ada seribu rahsia yang terpendam di kalbu. Semuanya hanya Allah yang tahu!

Saat ini,
saya tidak mempunyai kestabilan emosi dan perasaan…
keceriaan saya mudah bertukar muram…
Bila bersendirian lebih mudah mengundang tangisan…
Saya sedar, sukar untuk insan di sekeliling saya memahami…
Namun saya akur, Allah ada untuk membelai jiwa ini…

“Ya Allah, Perbaikilah bagiku agamaku yang menjadi benteng bagi urusanku, perbaikilah duniaku yang menjadi tempat kehidupanku, perbaikilah akhiratku yang disana menjadi tempat kembaliku dan jadikanlah kehidupan sebagai tambahan bagiku pada setiap kebaikan dan kematian sebagai istirehat bagiku dari setiap kejahatan” (Hadith riwayat Muslim, Kitab al-Zikr Wa al-Du’a Wa al-Taubah Wa al-Istighfar, Bab al-Ta’awwuz Min Syarri Ma ‘Amila Wa Min Syarri Ma Lam Ya’mal, No2087)

“Ya Allah rahmatMu yang aku harapkan. Lalu janganlah Engkau menyerahkan aku pada diriku sendiri walau hanya sekelip mata. Perbaikilah keadaanku keseluruhannya.Tidak ada Tuhan (yang layak aku sembah) melainkanMu”
(Hadith riwayat Abu Daud, Kitab al-Adab, Bab Mayaqulu Idha Asbaha, No 5090 dan Ahmad, Musnad al-kufiyyin, Hadith Abi Bakrah Nafi’ bin al-Harith. Hukumnya: Hasan al-Isnad)

Ya Allah, berikan padaku kekuatan. Takdirkanlah yang terbaik untukku, agamaku dan akhiratku.”

Salam penuh tangisan dari saya di kamar KUO8U 202.

Selesai penulisan pada 06.04.08, jam 9.35 mlm.

0 Comments:

Post a Comment