08 January, 2008

Bismillah

Segala puji itu hanya layak saya panjatkan kepada Allah s.w.t yang menjadikan diri ini manusia yang mempunyai perisai sabar dan tabah dalam menghadapi setiap takdir yang ditentukan oleh Nya.

saya menangis!

Sebenarnya air mata saya hampir tumpah saat ustaz Fadlan mensyarahkan intro untuk hadith-hadith al-Fitan (hadith yang membincangkan tentang ujian) yang bakal kami pelajari sepanjang semester terakhir ini untuk subjek Hadith 3. Namun syukur, jiwa ini masih ada rasa untuk bertahan agar saya tidak menangis.

Ujian dan Dugaan dalam hidup manusia adalah pelbagai. Seorang adik yang sentiasa bersama saya sering mengatakan kepada saya bahawa "Allah memberi ujian mengikuti tahap keimanan seseorang. Makin kuat iman ..maka makin kuat ujianNya"

Ya..satu kata-kata yang tidak saya nafikan.
Semakin kita berusaha untuk memperbaiki diri dan lebih untuk menjadi Hamba Allah yang taat kepadaNya, semakin banyak ujian yang Allah berikan kepada kita. Namun itu bukan tanda Allah tidak sayang...
mana mungkin Allah membiarkan mereka-mereka yang mengaku beriman tanpa diuji?
sudah acapkali saya ingatkan ayat dalam surah al-Ankabut itu pada diri saya..
sudah banyak kali!

terlalu banyak hikmah
terlalu banyak rahsia
terlalu banyak yang tersirat pada apa yang tersurat
semuanya tidak mampu untuk saya ungkap menjadi bait-bait ayat yang orang kata 'straight to the point'...
sukar untuk saya meluahkan menjadi sebuah penulisan penuh makna
penulisan yang mana jika orang lain membacanya moga ada rasa kehambaan yang tak mampu untuk dilafazkan..
semuanya hanya mampu terungkap di dalam jiwa
tersimpan kemas menjadi kata-kata indah untuk Allah s.w.t
disaat merayu rindu kepadaNya.

Ampunilah segala dosa-doa saya ,ya Allah..
moga apa yang Kau takdirkan..menjadi penghapus dosa
saya sering termenung diatas sejadah ...
menungan saya tidak pernah berakhir tanpa air mata.
menungan saya tidak pernah berakhir jika saya tidak mengelap air mata yang bercucuran dengan kedua belah tapak tangan saya.
terlalu berat...
saat tangisan saya memecah keheningan bilik saya..
hanya kalimah 'Allahu Rabbi'...'Allahu Akbar'
yang mampu saya hiasi pada tangisan itu.
Saat itu jua...
terasa bagai dibelai kasihNya..
terasa bagai dipujuk tanpa dipinta
terasa bagai di dakap olehNya untuk meredakan tangisan saya...

Saya lemah...
sungguh! tempat pergantungan saya hanya satu
Allah S.W.T

0 Comments:

Post a Comment